Hadith :
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: "Jangan sesekali seseorang daripada kamu bercita-cita hendak mati kerana sesuatu bencana yang menimpanya; kalau keadaan mendesaknya meminta mati, maka hendaklah ia memohon dengan berkata : Ya Tuhanku, hidupkanlah daku selagi hidup itu lebih baik bagiku, dan matikanlah daku apabila mati itu lebih baik bagiku."
Riwayat Bukhari dan Muslim
Huraian dan Pengajaran hadith:
i) Seorang mukmin dilarang keras meminta mati kerana bosan dan tidak tahan menanggung sesuatu bencana yang menimpanya; sebaliknya dia mestilah mensifatkan bala bencana yang menimpanya itu sebagai ujian dan menerimanya dengan redha.
ii) Sesungguhnya segala dugaan itu adalah kaffarah (penghapus) dosa dan kesalahan orang yang ditimpa bencana tersebut . Oleh itu Allah menyeru kita agar menghadapinya dengan sabar dan akan ditulis pahala amal baik sebagai ganjarannya.
iii) Allah S.W.T adalah bersifat dengan Maha Pengasih dan Penyayang, Dia tidak akan membiarkan hamba-Nya berada di dalam kesusahan selagi hamba-Nya itu ingat dan berserah diri serta bertawakkal kepada-Nya dalam segala keadaan.
Kita selalu alpa dengan perkara ini. Seringkali bila dilanda masalah mudah benar kita putus asa dan mendambakan kematian.
Bila seorang kekasih merajuk.. maka pasangannya sering berkata "biarla saya mati saja daripada menanggung rindu".."biarlah mati saja dari terpaksa menanggung luka di hati"...hmmm begitu mudah sekali mengucapkan kata tersebut.
No comments:
Post a Comment